Wednesday, 14 March 2012

Dewi Hindu

Daftar isi


01.  Dewi Adiati                                            10. Dewi Dhanwantari
02.  Dewi Diti                                                                11. Dewi Parvati
03.  Dewi Durga                           12. Dewi Radha
04.  Dewi Gangga                             13. Dewi Ratih
05.  Dewi Gayatri                                             14. Dewi Saranya
06.  Dewi Laksmi                                              15. Dewi Tapati
07.  Dewi Kamaratih                                16. Dewi Tara
08.  Dewi Daksayani                     17. Dewi Saraswati
                     9.  Dewi Kali          18. Dewi Sawitri           19. Dewi Lalitha         20. Dewi Pertiwi

                   01. Dewi Adiati

Menurut Agama Hindu Aditi (sansakerta अदिती; Aditī) adalah ibu para dewa istri bagi Resi Kasyapa. Menurut kitab Purana, ia merupakan salah satu putri Daksa dan Pancajani. Keturunan Aditi disebut dengan Aditya (12 dewa matahari), para Rudra dan para Basu
Para Aditya sering bertengkar dengan para Detya yang merupakan saudara tiri mereka. Pemimpin para Detya bernama Mahabali, yang senang mengumumkan perang terhadap para dewa. Ia menyerang kediaman Indra dan mengusir para dewa yang ada di sana. Karena tidak tahan melihat penderitaan anaknya, Aditi memohon bantuan Wisnu dengan cara bertapa selama ribuan tahun. Wisnu terkesan dengan tapa yang dilakukan oleh Aditi lalu menampakkan diri untuk menanyakan permohonan Aditi. Aditi memohon agar Wisnu bersedia mengalahkan Mahabali dan memulihkan Triloka (tiga dunia) dari penjajahan para raksasa. Permohonan tersebut dikabulkan oleh Wisnu. Ia menjelma sebagai putra Aditi, yang dikenal sebagai wamana atau brahmana kecil.


       02. Dewi Diti
Diti (Sanskerta :  दिती; Ditī) adalah nama salah satu putri Dalsa dalam mitologi Hindu Ia menikah dengan Resi Kasyapa dan berputra Hiranyaksa dan Hiranyakasipu. Kedua raksasa tersebut dijuluki Detya, demikian juga keturunannya. Mereka (para Detya) terkenal sebagai musuh para dewa. Dua putra Diti, yaitu Hiranyakasiku dan Hiranyakasipu merupakan reinkarnasi dua penjaga gerbang Waikuntha, yaitu Jaya dan Wijaya. Pada suatu zaman, Hiranyaksa mencoba menenggelamkan Pertiwi (bumi) ke dalam lautan kosmik, namun usaha tersebut digagalkan oleh Dewa Wisnu yang menjelma sebagai Wiraha (babi hutan). Pada saat itu juga, Hiranyaksa dibunuh oleh Waraha. Kemudian putra Diti yang lain, yaitu Hiranyakasipu, menjadi raja para Detya. Ia menghentikan segala bentuk pemujaan kepada Tuhan karena membenci Wisnu. Akhirnya, Wisnu menjelma sebagai  untuk membunuh Hiranyakasipu.



           03. Dewi Durga

Durga

Menurut kepercayaan umat Hindu, Durga (Dewanagari: दुर्गा) adalah istri Siwa. Dalam agama Hindu, Dewi Durga (atau Betari Durga) adalah ibu dari Dewa Ganesa dan Dewa Kumara (Kartikeya).

Dewi kemenangan

Dewanagari:
दुर्गा
Ejaan Sanskerta:
Durgā
Golongan:
Kediaman:
Senjata:
Pasangan:
Wahana:
dawon (macan atau singa)
 

Menurut kepercayaan umat Hindu, Durga (Dewanagari : दुर्गा) adalah istri Siwa. Dalam agama Hindu, Dewi Durga (atau Betari Durga) adalah ibu dari Dewa Ganesha dan Dewa Kumara (Kartikeya). Ia kadangkala disebut Uma atau Parwati. Dewi Durga biasanya digambarkan sebagai seorang wanita cantik berkulit kuning yang mengendarai seekor harimau. Ia memiliki banyak tangan dan memegang banyak tangan dengan posisi mudra, gerak tangan yang sakral yang biasanya dilakukan oleh para pendeta Hindu.
Di Nusantara, Dewi ini cukup dikenal pula.Candi Prambanan di Jawa Tengah, misalkan juga dipersembahkan kepada Dewi ini.


    04. Dewi Gangga
 
Gangga (Sanskerta dan Hindi गंगा ; Ga) atau Ganges (ejaan orang barat) adalah nama seorang Dewi dalam agama Hindu yang dipuja sebagai dewi kesuburan dan pembersih segala dosa dengan air suci yang dicurahkannya. Ia juga merupakan Dewi sungai suci Sungai Gangga di India. Dewi Gangga sering dilukiskan sebagai wanita cantik yang mencurahkan air di dalam guci. Umat Hindu percaya bahwa jika mandi di sungai Ganga pada saat yang tepat akan memperoleh pengampunan dosa dan memudahkan seseorang untuk mendapat keselamatan.





Dewi sungai Gangga, dewi yang membersihkan dosa-dosa

Dewanagari:
गंगा
Ejaan Sanskerta:
Ga
Nama lain:
Jahnawi
Golongan:
Kediaman:
Wahana:













Banyak orang percaya bahwa hasil tersebut didapatkan dengan mandi di sungai Gangga sewaktu-waktu. Orang-orang melakukan perjalanan dari tempat yang jauh untuk mencelupkan abu dari jenazah anggota keluarga mereka ke dalam air sungai gangga pencelupan itu dipercaya sebagai jasa untuk mengantarkan abu tersebut menuju surga. Beberapa tempat suci bagi umat Hindu berada di sepanjang tepi sungai Gangga, meliputi Haridwar, Allahabad dan Benares.

         05. Dewi Gayatri
 
Semua literatur kitab Weda menyatakan bahwa Gayatri merupakan Dewi segala mantra. Namun keberadaan sang Dewi belumlah tenar di lingkungan masyarakat Hindu Bali, sebab untuk membentuk personalitas serta siapa dan bagaimana Beliau, serta dalam hal apa saja Beliau dipuja, masyarakat Hindu Bali belum banyak yang paham. Untuk itulah melalui artikel ini mencoba membedah Dewi Ilmu ini dengan sedikit ulasan yang terkesan back to India.

Ada banyak Dewi dalam ikonografi Hindu yang mewakili Ilmu Pengetahuan dan mantra suci. Kesemuanya memegang banyak atribut yang melambangkan hal tersebut. Namun dari sekian banyak Dewi, Gayatri adalah yang utama. Bergesernya Beliau sebagai Dewinya Ilmu Pengetahuan secara murni oleh Bhatari Hyang Aji Saraswati, mungkin disebabkan karena Gayatri lebih menekankan pada aspek Ilmu Pengetahuan secara apuruseya, mantra Weda yang transcendental. Sedangkan untuk Dewi Saraswati, Beliau meramu seluruh Ilmu yang ada, baik para widya dan apara widya.

Dewi Gayatri banyak dipuja di bharatawarsa dan lengkap dengan segala bentuk sadhana yang khusus ditujukan untuk menghormati Beliau. Dalam wujud Dewi Gayatri sering terlihat berkepala lima dan dengan mengenakan mahkota yang berkilauan. Namun mahkota yang tengah-tengah berhiaskan bulan sabit sangat mirip dengan bulan sabit yang dikenakan oleh Bhtara Siwa.

Beliau terlihat dengan sepuluh tangan yang masing-masing memegang; sankha kala, kapak cemeti, genitri, cakra, bunga padma, sakhu kamandalu, gada, sedangkan dua tangan yang berada di depan terlihat dengan posisi abhaya mudra, memberkati setiap pemuja-NYA dengan lembut dan penuh kasih. Beliau duduk di atas bunga padma berwarna merah, dan kepala Beliau yang paling depan ditengah-tengah tepatnya di selaning lelata (antara alis) Beliau terdapat mata ketiga layaknya mata Bhatara Siwa. Dewi Gayatri juga sering terlihat dengan sekelompok angsa yang mengitari.

Dewi Gayatri sering disamakan dengan Dewi Savita yang secara harafiah memiliki arti matahari. Ini sebuah hal yang menunjukan bahwa Tuhan adalah bersinar dan Dewi Gayatri adalah Dewinya mantra yang memberikan kecemerlanghan pikiran.

Namun secara umum, mantra Gayatri yang diterima dewasa ini adalah hanya diucapkan sampai kata bhur, bvah, svah, kata maha, janah, tapah, satyam tidak dikumandangkan sama sekali. Secara terperinci ada banyak mantra Gayatri untuk setiap Dewata yang berbeda. Dengan demikian, ini menunjukan bahwa Dewi Gayatri adalah Dewi yang merangkum semua mantra pujian untuk setiap Dewata. Maka ini juga yang menjadikan bahwa Dewi Gayatri desebut dengan Dewinya mantra Weda.


Jika Dewi Gayatri dikatakan sebagai Ibunya Weda, maka secara otomatis Dewi Gayatri merupakan sang Dewi jagat raya, sebab Weda sendiri adalah tidak berbeda dengan dunia nyata dan yang tidak nyata. Ini dibenarkan sebab dalam sebuah peristiwa, pernah suatu kali; Dewa Brahma, Wisnu dan Siwa mengambil rupa sebagai bayi mungil untuk mendapatkan kasih dari Dewi Gayatri.

Bayi-bayi tri murti ini menangis keras dan membuat sang Dewi kembali. Anak Ilahi ini ditidurkan dalam sebuah ayunan yang talinya tergantung di angkasa luar.


          06. Dewi  Laksmi



Laksmi

Dewi kemakmuran

Dewanagari:
लक्ष्मी
Ejaan Sanskerta:
lak
Golongan:
Pasangan:
Wahana:












Dalam agama Hindu Laksmi (Sanskerta : लक्ष्मी ; Lakshmi) adalah dewi kekayaan, kesuburan, kemakmuran, keberuntungan, kecantikan, keadilan, dan kebijaksanaan.
Dalam kitab-kitab Purana, Dewi Laksmi adalah Ibu dari alam semesta, sakti dari Dewa Wisnu. Dewi Laksmi memiliki ikatan yang sangat erat dengan Dewa Wisnu. Dalam beberapa inkarnasi Wisnu (Awatara) Dewi Laksmi ikut serta menjelma sebagai Sita (ketika Wisnu menjelma sebagai Rama), Rukmini (ketika Wisnu menjelma sebagai  Kresna) dan Awamelu  (ketika Wisnu menjelma sebagai Wenkateswara).
Dewi Laksmi disebut juga Dewi Uang. Ia juga disebut "Widya", yang berarti pengetahuan, karena Beliau juga Dewi pengetahuan keagamaan. Ia juga dihubungkan dengan setiap kebahagiaan yang terjadi di antara keluarga dan sahabat, perkawinan, anak-anak, kekayaan, dan kesehatan yang menjadikannya Dewi yang sangat terkenal di kalangan umat Hindu.

         07. Dewi Kamaratih

Dewi Kamaratih atau Ratih adalah dewi cinta/asmara dalam kepercayaan Hindu Jawa kuna. Ia adalah anak perempuan  Daksha dan istri batara Kamajaya dewa cinta.

 
Ketika suaminya terbakar api dari mata ke tiga Batara Guru. ia meminta Batara Guru untuk membunuh dirinya sekalian, sebagai wujud kesetiaannya kepada Batara Kamajaya. Ia adalah Dewi yang sangat cantik, sehingga muncul kepercayaan di masyarakat agar melukiskan Dewi Kamaratih pada kelapa muda sewaktu upacara Mitoni, sehingga apabila nanti anak yang lahir adalah perempuan, ia akan secantik Kamaratih.

       08. Dewi Uma atau Dewi Daksayani

Daksayani (Sanskerta : दक्षायणी; Dakshāyaī) alias Sati (Sanskerta : सती ; Satī) adalah seorang dewi dalam agama Hindu yang dipuja sebagai pemberi kebahagiaan dan keutuhan bagi pasangan suami istri. Daksayani merupakan istri pertama Dewa Siwa yang kemudian dilahirkan kembali menjadi Parwati. Nama lain Daksayani yaitu Sati, Uma, Aparna, Siwakamini, dan ribuan nama lainnya; daftarnya ada dalam kitab Lalitha Sahasranama.



Dewanagari:
दक्षायणी
Ejaan Sanskerta:
Dakshāyaī
Nama lain:
Sati; Uma;
Siwakamini; Aparna;
dan lain-lain.
Golongan:
Pasangan:










Ritual Sati berasal dari nama lain Daksayani, yaitu Sati. Dalam ritual tersebut, seorang janda Hindu, membakar dirinya hidup-hidup ke dalam api pembakaran jenazah suaminya dan dianggap sebagai simbol kesetiaan dan pengorbanan, seperti legenda Dewi Sati.

        09. Dewi Kali
Artikel ini mengenai Dewi Kālī dalam agama Hindu Untuk kegunaan lain, lihat Kali.
Kali atau Kālī adalah sakti (istri) Dewa Siwa. Kali biasanya digambarkan sebagai seorang wanita berkulit hitam, dan berwajah mengerikan; berlumuran darah dan berkalungkan tengkorak serta ular. Dewi Kali merupakan lambang kematian.


Dewi kematian

Dewanagari:
काली
Ejaan Sanskerta:
Kālī
Golongan:
Kediaman:
Tempat kremasi mayat
Mantra:
Om Krīm Kalyai Namah
Senjata:
Pasangan:
Wahana:




          10. Dewi Dhanwantari

Dhanwantari )Dewa nagari : धन्वंतरी; IAST ; Dhanvantari) adalah seorang awatara Wisnu menurut kepercayaan Hindu. Dia muncul dalam kitab Weda dan Purana sebagai tabib para dewa, dan ahli pengobatan menurut Ayurweda. Merupakan tradisi dalam agama Hindu untuk memuja Dhanwantari demi meperoleh kesehatan bagi diri sendiri maupun orang lain.Sastra Hindu seperti misalnya Purana mengatakan bahwa Dhanwantari muncul dari lautan susu saat para dewa dan asura mencari tirta amerta

Awatara Wisnu sebagai dewa pengobatan dan Ayurweda

Dewanagari:
धन्वंतरी
Ejaan Sanskerta:
Dhanvantari
Golongan:

 Menurut mitologi Hindu Dhanwantari merupakan tabib/dokter India yang pertama dan salah satu dokter bedah pertama di dunia. Dia melakukan penyembuhan secara alami.


         11. Dewi Parwati


Dewi kekuatan

Dewanagari:
पार्वती
Ejaan Sanskerta:
Pārvatī
Golongan:
Kediaman:
Senjata:
Pasangan:
Wahana:
Singa atau macan















Parwati (Sanskerta : पार्वती; Pārvatī) adalah salah satu dewi dalam agama Hindu. Menurut mitologi Hindu, Parwati merupakan puteri dari raja gunung bernama Himawan dan seorang apsari bernama mena. Parwati dianggap sebagai pasangan kedua dari Siwa, Dewa pelebur dan penghancur dalam agama Hindu. Parwati juga merupakan ibu dari Ganesha dan Kartikeya (Skanda). Beberapa aliran meyakininya sebagai adik dari Wisnu dan banyak pengikut aliran filsafat Shakta, meyakininya sebagai dewi yang utama. Dalam susastra Hindu Parwati juga dihormati sebagai perwujudan dari Sakti atau Durga.


         12. Dewi Radha


Dewanagari:
राधा
Ejaan Sanskerta:
Rādhā
Kediaman:
Pasangan:







Untuk tokoh lain yang bernama sama, lihat Radha (Mahabharata)
Radha (Devanagari : राधा; Rādhā) adalah kekasih utama Kresna dalam Srimad Bhagavatam dan Gita Govinda dalam agama Hindu. Dalam beberapa tradisi Waisnawa agama Hindu, Radha dipandang sebagai dewi yang utama, seringkali dipuja sebagai inkarnasi dari Dewi.  Radha hampir selalu dilukiskan bersama Kresna dan roman muka menarik hati dalam teologi agama Gaudiya Waisnawa, sekarang, yang memandang Radha sebagai Dewi atau Sakti yang paling asli. Hubungan Radha dengan Kresna diberikan secara detail dalam sastra seperti Brahma vaivarta Purana, Garga Shamhita dan Brihad Gautamiya tantra. Radha juga merupakan objek utama pemujaan dalam Nimbarka Sampradaya.



         13. Dewi Ratih

Dewi Ratih adalah seorang dewi bulan dalam kebudayaan Hindu Jawa dan mitologi Bali. Dikatakan juga bahwa ia adalah dewi kecantikan

 
Mitos terkenal mengennai dewi Ratih adalah tentang gerhana bulan Pada saat gerhana, dewi Ratih yang berlari di kahyanan tertangkap oleh Kala Rau. Ia dikejar karena ialah yang memberi tahu dewa Wisnu bahwa Kala Rau hendak minum dari Tirta Amertha (Air kehidupan abadi).


          14. Dewi Saranya

Menurut Max Muller dan A. Kuhn, Dewi Saranya disamakan dengan Dewi Demeter dalam mitologi Yunani Putra kembar Saranya, yaitu Aswin, disamakan dengan Dioskuri (Castor dan Pollux) dalam mitologi Yunani.

 
dan ilmu Arsitektur Saranya atau Saranyu (Ajaan Sanskerta : Sara) adalah nama salah satu istri Dewa Surya dalam mitologi Hindu. Ia merupakan putri Wiswakarma dewa pertukangan Saranya memiliki enam anak. Putra yang sulung bernama Waiwaswata manu. Anaknya yang kedua dan ketiga terlahir kembar buncing, mereka bernama Yama (dewa kematian) dan Yami. Anaknya yang keempat adalah Rewata, dewa para kuda dan anaknya yang terakhir terlahir kembar, disebut Aswin (dewa obat).

 Mitologi

Dalam kitab purana diceritakan bahwa karena tidak kuat terhadap pancaran energi suaminya, Saranya berencana untuk melarikan diri dari rumahnya. Sebelum melakukannya, ia menciptakan seorang wanita yang sangat mirip dengan dirinya. Wanita itu dinamakan Caya, dan diciptakan untuk berpura-pura menjadi istri Surya saat Saranya pergi meninggalkan rumah. Saranya juga berpesan bahwa ia tidak boleh membongkar rahasia tersebut pada siapapun yang tidak mengetahuinya. Caya menerima perintah tersebut dan berjanji tidak akan membeberkan rahasianya selama Surya tidak memaksanya maupun tidak menjambak rambutnya. Setelah kesepakatan antara Saranya dan Caya terjadi, maka Saranya meninggalkan rumahnya. Ia turun ke bumi, tepatnya ke sebuah wilayah yang disebut Uttara Kuru. Disana ia mengambil wujud sebagai kuda betina.
Setelah Surya mengetahui bahwa Caya hanyalah tiruan istrinya, maka ia pergi menemui Wiswakarma, mertuanya. Wiswakarma menjawab bahwa Saranya pergi karena tidak kuat menahan energi yang dipancarkan oleh Surya. Atas bantuan Wiswakarma, energi yang dipancarkan oleh Surya dapat dikurangi. Kemudian energi tersebut dipakai untuk menciptakan senjata Bajra, (dipakai oleh Indra) dan Sudarsana Cakra) (dipakai oleh Wisnu). Setelah energi yang dipancarkan Surya sedikit berkurang, ia segera turun ke bumi demi mencari istrinya. Akhirnya ia menemukan bahwa istrinya berada di Uttara Kuru dalam wujud kuda betina. Untuk mengimbanginya, maka Surya mengambil wujud sebagai kuda jantan. Pertemuan keduanya telah menciptakan benih dalam rahim Saranya. Kemudian, mereka kembali ke kahyangan. Tak lama setelah Saranya pulang, ia melahirkan sepasang putra kembar. Anak kembar tersebut disebut Aswin, karena ibunya hamil saat berwujud kuda (aswa berarti kuda dalam bahasa Sanskerta.



           15. Dewi Tapati

Tapati (Dewanagari : तपती: IAST; Tapatī) adalah dewi sungai Tapati (Tapti) di India, menurut kepercayaan Hindu Kitab Purana menyebutkan bahwa ia adalah putri Surya –dewa matahari – dan Saranya – putri wiswakarma, arsitek para dewa. Ia menikah dengan seorang raja bernama Sambarana, dari kalangan Dinasti Chandra. Kisahnya dapat disimak dalam kitab Mahabharata dan Wamanapurana.
Kitab Mahabharata memiliki kisah pertemuan Tapati dan Sambarana. Diceritakan bahwa pada saat Sambarana sedang lelah setelah berburu, ia melihat Tapati sedang berjalan-jalan di tengah hutan. Karena Tapati sangat cantik, Sambarana jatuh cinta dan berniat menikahinya. Saat Sambarana memanggilnya, Tapati tidak menoleh. Ia terus berjalan, tidak menghiraukan Sambarana. Akhirnya Sambarana menyusulnya dan menanyakan asal-usulnya. Sambarana juga berkata bahwa kecantikannya membuat Sambarana jatuh cinta. Akhirnya Tapati menjelaskan bahwa ia adalah putri Surya. Ia juga merupakan adik Sawitri. Ia berkata bahwa bila Sambarana ingin menikahinya, ia harus meminta restu Surya.
Kitab Wamanapurana memiliki versi yang sedikit berbeda. Dalam kitab itu diceritakan, pada suatu hari, Tapati bersama para bidadari bermain di sebuah hutan yang disebut Waibhraja. Di hutan itu, ia bertemu dengan seorang raja bernama Sambarana dari Dinasti Barata. Pada saat itu juga, Tapati dan Sambarana jatuh cinta pada pandangan pertama. Waktu itu, sang raja sedang berburu dengan mengendarai kudanya. Pesona kecantikan Tapati membuatnya terlena hingga ia jatuh dari kudanya lalu pingsan. Akhirnya ia ditolong oleh para bidadri dan diantar menuju kerajaannya.
Resi Wasista penasihat Sambarana, datang menghadap Surya ayah Tapati. Ia berkata bahwa Sambarana sedang jatuh cinta pada Tapati. Maka dari itu, ia memohon restu agar Sambarana diterima sebagai menantu Surya. Surya merestui hubungan tersebut. Akhirnya Tapati menikah dengan Sambarana. Mereka dikaruniai putra yang diberi nama Kuru. Di kemudian hari, Kuru menjadi raja mahsyur. Ia mendirikan Dinasti Kuru dan keturunannya disebut Korawa. Ia juga menyucikan tanah lapang di wilayah India Utara yang hingga kini disebut kurushetra.

16. Dewi Tara

Dewanagari:
तारा
Ejaan Sanskerta:
Tārā
Golongan:
Dewi; Mahawidya
Mantra:
Om Tāre Tuttāre Ture Swāhā
Senjata:
Pasangan:










Dalam agama Hindu Tara (Sanskerta : तारा; Tārā) adalah dewi yang kedua di antara sepuluh Mahawidya (Dewi Kebijaksanaan). Menurut tradisi Tantra, ia merupakan penjelmaan dari Mahadewi, Kali atau bahkan Parwati.

Legenda

Ada kisah lisan yang dituturkan turun temurun mengenai Dewi Tara. Legenda dimulai dengan pengadukan samudra susu yang dilakukan oleh para dewa dan raksasal Dari proses pengadukan samudra susu, munculah racun mematikan yang kemudian diminum oleh Dewa Siwa untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran. Setelah meminum racun tersebut, lehernya menjadi biru dan kekuatannya melemah. Lalu Tara muncul dan memangku Siwa. Tara menyusuinya, dan air susu yang dihasilkannya berhasil menjadi penawar racun sehingga Siwa siuman. Legenda ini seperti kisah Siwa yang berusaha menghentikan keganasan Kali dengan menyamar menjadi seorang bayi. Saat melihat si bayi, naluri keibuan yang dimiliki Kali mulai muncul dan ia berhenti menjadi ganas untuk merawat bayi penjelmaan Siwa.



17. Dewi Saraswati

Saraswati


Dewi pengetahuan, kesenian, kebijaksanaan, dan inspirasi

Dewanagari:
सरस्वती
Ejaan Sanskerta:
Sarasvatī
Golongan:
Pasangan:
Wahana:













Untuk kegunaan lain dari Saraswati, lihat SaraswatI (disambiguasi).
Saraswati (Dewanagari : सरस्वती; IAST : Sarasvatī) adalah salah satu dari tiga dewi utama dalam agama Hindu dua yang lainnya adalah Dewi Sri (Laksmi) dan Dewi Uma (Durga). Saraswati adalah sakti (istri) dari Dewa Brahma, Dewa Pencipta. Saraswati berasal dari akar kata sr yang berarti mengalir. Dalam Regweda V.75.3, Saraswati juga disebut sebagai Dewi Sungai, disamping Gangga, Yamuna, Susoma dan yang lainnya.



18. Dewi Sawitri


Dewi Sawitri dipercaya sebagai dewi yang menerangi hati, dengan do’a-do’anya yang disebut Gayatri Matram atau Dewi Sawitri Matram.   Sawitri Matram terdiri dari 24 aksara suci, mantra ini tergolong dainika mantra, yaitu mantra yang dapat dilakukan sehari-hari tanpa ada pantangan dengan maksud agar terhindar dari perbuatan jahat.



19. Dewi Lalitha

Dalam agama Hindu, Sri Lalitha adalah unsur pradana dalam tingkatan Siwa atau unsur 'yang'  dalam Buddha China adalah Dewi Kwan Im,  atau Dewi welas asih. Pemuja Dewi Sri Lalitha mengamalkan kitab Sri Lalitha sahasranama.


20. Dewi Pertiwi

Pertiwi (Sanskerta : pthvī, atau juga pthivī) adalah Dewi dalam agama Hindu dan juga "Ibu Bumi" (atau dalam bahasa Indonesia "Ibu Pertiwi"). Sebagai pthivī matā "Ibu Pertiwi" merupakan lawan dari dyaus pita "Bapak Angkasa". Dalam Rgveda Bumi dan Langit seringkali disapa sebagai pasangan, mungkin hal ini menekankan gagasan akan dua paruh yang saling melengkapi satu sama lain.


Seluruh gambar ini mungkin memiliki hak cipta. maaf jika salah dalam penempatan nama dan gambar

                                                   Sri Maha Laksmi - Dewi Hindu

video




1 comment: