Wednesday, 14 March 2012

Cerita Tentang Kanjeng Ratu Kidul

 juxutrieut@blogspot.com

Terimakasih atas kunjungan anda


                                                      KANJENG RATU KIDUL


Penguasa laut selatan yang dikenal dengan kanjeng ratu kidul dan Nyi Rara kidul adalah dua sosok yang berbeda. Kanjeng ratu kidul diyakini sebagai jin yang dipercaya sebagai salah satu penguasa laut selatan. Juga diyakini sebagai sosok agung penguasa laut selatan yang memiliki citra positif. Tidak diketahui apakah ratu kidul bersuami ? Pernah bersuami ? atau masih perawan ? Sedangkan Nyi Rara Kidul dalam khazanah jawa adalah memiliki makna perempuan atau gadis walau pun sudah menikah ia tetap merupakan perawan.
Nyi Lara Kidul atau Nyi Rara Kidul atau disebut Nyi Nawangwulan identik dengan sebutan Nyi Blorong yang menjanjikan kekayaan duniawi walau pun pada akhirnya menderita. Dewi Rara Kuning atau Dewi Lanjar dipercaya sebagai penguasa pantai utara yang terletak diwilayah Pekalongan  sebagai Negara bawahan Ratu Kidul.
Beberapa versi tentang Ratu Kidul :

a.     Dyah Ratu Wadat putri Raden Banjaransari dari kerajaan Nusa Tembini dan widadari Dewi    Sambang Mandala dari telaga sigaluh.       
b.  Putri sulung Prabu Haryakusumah kerajaan Galuh (kakak Raden Mundhingwangi), ia menjadi pertapa di Gunung Kumbang dikenal sebagai Ni Ajar Cemara.
c.    Ratu Ayu atau Jeng Mas Ratu Angin-angin putri kerajaan Galuh.
d.    Dyah Ratu Angin-angin putri Prabu Sindula Kerajaan Sigaluh yang dikenal Ratu Ayu Pagedhongan.
e.  Dewi Ratna Suwida putri Prabu Mundhingsari dengan Dewi Sarwedi dari Pajajaran, cucu Sang hyang Suranadi, buyut ratu siluman di sigaluh.
f.    Dewi Kilisuci putri Resi Getayu raja Jenggala dengan Dewi citraswara
g.   Dewi Kandita putri Prabu Mundhing Wangi dari  Pajajaran yang lari karena kejahatan ibu tirinya yang bernama Dewi Mutiara, kemudian terjun ke laut selatan karena tubuhnya dipenuhi borok yang menjijikan, namun setelah terjun ke laut ia sembuh sediakala dan menjadi penguasa laut selatan.
h.   Nyi Mas Dewi Lara Kidul putri keraton Solo yang cantik, karena bertengkar dengan ibu tirinya ia menceburkan diri ke laut di atas bukit Karang Hawu.
                                                                                                                  
ratu-kidul-m21
       

Hasil penelitian para ahli spiritual ada 110 nama atau julukan Kanjeng Ratu Kidul diperoleh dari para ahli spriritual tanah jawa.

001.  Kanjeng Ibu Ratu Kidul Sekaring Jagat
002.  Kanjeng Ibu Ratu Samudra Kidul
003.  Kanjeng Ibu Ratu Segara Jaya (Yang menguasai lautan dengan  
         Kemenangan).
004.  Bathari Ardha Nariswari (yang menjadi permaisuri)
         005.  Bathari Ariati (yang selalu mengarahkan tujuan, memberi
                 Inspirasi)
006.  Bathari Mawiryawan (yang pemberani)
007.  Bathari Pramatatya ( yang menjadi wakil kebeneran tertinggi)
008.  Bathari Limpadpatari (yang selalu dilingkari dengan burung dan
          Anak panahnya)
009.  Bathari Prakasita ( yang terkenal, ternama)
010.  Bathari Cakrawarti ( sang penguasa dunia)
011.  Bathari Hentayasa (pemilik kemasyuran)
012.  Bathari Maharsa (yang memiliki kehendak besar)
013.  Bathari Satya (yang setia)
014.  Bathari Drawela (yang memiliki belas kasihan, luluh hatinya)
015.  Bathari panulu (sang pemimpin, pembesar)
016.  Bathari Sasmaya (yang memiliki, menguasai, mengendalikan ilmu
         Gaib)

ratu-kidul-x06

017.  Bathari Sacita (yang menyandang kebersihan hati)
   018.  Bathari Gurilap (pemilik kegemerlapan)
         019.  Bathari Pramudika (yang mendatangkan kesenangan,
                 Kegembiraan)
   020.  Bathari Pramudita (yang ikut menjaga alam semesta)
   021.  Bathari Bisama (yang memiliki kehebatan)
   022.  Bathari Maribawa (yang dapat mengalahkan)
023.. Bathari Ratnamadu (yang menjadi permata hati, pasangan serasi)
024. Bathari kusumawicitra (yang terkenal dengan keharumannya,
     (Yang memiliki Ketangkasa dan ahli)
025.  Bathari Candramaya (yang secantik sinar rembulan)
026.  Bathari Subasita (yang memiliki sopan santun)
027.  Bathari Paramarta (yang memiliki watak dan sifat mulia)
028.  Bathari Pranamiya (suka memberi penghargaan dan
         Penghormatan)
029.  Bathari Pranwa (yang memiliki dan mengajarkan mantra suci)
030.  Bathari Pramusita (sang penyejuk, penghibur)
031.  Bathari Tirtamarta (yang menebarkan air suci)
032.  Bathari Maha Bisana (yang memiliki kedasyatan dan kehebatan)
033.  Bathari Wigata (selalu mempedulikan)
034.  Bathari Sudarpa (yang memberi kegembiraan yang indah)
035.  Bathari Baswara (sang pilihan Tuhan yang diistimewakan)
036.  Bathari Mahayu (yang menghias diri dengan menghamba pada
         Tuhan)
037.  Bathari Sundariya (perempuan cantik)
038.  Bathari Prabanarawata (yang suka memberi kabar baik)
039.  Bathari Prabaswara (membawa sinar gemerlapan, pencerahan)
040.  Bathari Dumilah (yang bercahaya)
041.  Bathari Manigraha (yang dapat memberi hukuman)
042.  Bathari Sahana (mengetahui semua yang hadir)
043.  Bathari Ngupaksoma (yang bersifat mengampuni, memaafkan)
044.  Bathari Lumaba (yang mendatangkan keberuntungan)
045.  Bathari Pahayu (yang memelihara, yang mengayomi)
046.  Bathari Hanawa (yang dituakan)
047.  Bathari Soraya (yang memberi bantuan, pertolongan)
048.  Bathari Yumana (yang mengendarai kereta kencana)
049.  Bathari Pujabrata (yang selalu menanjatkan do’a dan permohonan
         Secara khusus)

ratu-kidul-vt

050. Bathari Pudyasatota (yang memberi dan memiliki pujian)
051. Bathari Kapana (yang memiliki wilayah)
052. Bathari Widiyuta (yang memiliki tenaga petir)
053. Bathari Mapita (yang menguning, yakni semakin cantik ketika
       Bulan menuju purnama )
054. Bathari Sanadya (yang memiliki taman, atau menjadi tempat
        Mengdu )
055. Bathari Binawa (pembangun yang lebih dulu)
056. Bathari Prabu Dumilah (penguasa bukit yang bercahaya merujuk     
       Gunung lawu sabagai salah satu pusat istana)
057. Bathari Ngupasonda (yang mematuhi dan membawahi ajaran
        Pendeta/ulama )
058. Bathari Pratanjana (yang mengutamakan keberimanan, keyakinan      
       dan kepercayaan kepada Tuhan)
059. Bathari Gurnita (yang bisa menderu-deru (membawa pasukan
        besar ) memiliki pasukan yang gegap gempita, bersikap hangat dan   
        ramah )
060. Bathari Kamura (yang dihormati)
061. Bathari Payuwaha (yang melaksanakan perayaan yang indah)
062. Bathari Niyasa (yang selalu menyandang kemasyuran)
063. Bathari Kulandara (yang selalu menjadi yang dituakan)
064. Bathari Satiti (yang sangat teliti)

ratu-kidul-bqv

065. Bathari Sadaka (yang memiliki jiwa sebagaimana sang resi)
067. Bathari Ludana (yang mengerti dan memahami mereka yang hadir     
         atau datang)
068. Bathari Padhapa (yang dihubungi lewat pedupaan)
069. Bathari Benggala (yang menjadi panglima dan pemimpin pasukan)
070.  Bathari Tumitah (yang  menjalani kodrat)
071. Bathari Rasika (yang dipanggil beliau)
072. Bathari Nirmala (yang selalu terhindar dari bahaya)
073. Bathari Pragiwaksana (yang menjadi tempat para hakim, tempat
        keadilan)
074. Bathari Subasa (pemilik pakaian kebesaran yang indah)
075. Bathari Pangusada (yang menyembuhkan)
076. Bathari Madrenya (gagah seperti gunung)
077. Bathari Parigraba (yang dijadikan ibu)
078. Bathari Nugraha (yang menjadi jalan anugrah dan karunia)
079. Bathari Mahajeng (sang putri yang terhormat)
080. Bathari Srediya (yang memiliki keindahan dewi sri)
081. Bathari Hupadrowa Sakirna (yang menyingkirkan seluruh
        penderitaan)
082. Bathari Maderdyo Nyamuho (yang menyelesaikan urusan dengan
        bermusyawarah)

ratu-kidul-rk

083. Bathari papayu Sarupa (yang memakai pelindung wajah)
084. Bathari Hasmaralaya (yang menjadi tumpuan kesedihan cinta)
085. Bathari Kasampatan (yang selalu mempunyai kesempatan)
086. Bathari Avalakitesvara (yang menggembirakan hati dengan cinta)
087. Bathari Sakirna (yang menghalau)
088. Bathari Halyuna (dengannya maka segala kecemasan selesai)
089. Bathari Pawitra (yang mensucikan)
090. Bathari Kanaya (yang selalu dibimbing oleh Tuhan)
091. Dewi Welas Asih (putri yang selalu memiliki kasih sayang)
092. Dewi Pamuryan (yang menjadi tutwuri handayani, menjaga dari
        belakang)
093. Dewi Kencanasari (putri yang berbunga emas)
094. Dewi Sanggramawijaya (yang menjadi pelindung dunia)
095. Dewi Sanggabuwana (yang ikut serta menyangga jagad semesta)
096. Dewi Sanggalangit (sang penyangga langit)
097. Dewi Cinde Wine (yang bersedian menjadi istri yang cantik)
098. Dewi Kandita (yang menampung segala hal)
099. Dewi Ajar Cemara Tunggal (sang resi yang telah mengerti makna
        ke-esaan)
100. Dewi pradnya Paramita (yang mengetahui pengetahuan agama)
        101. Dewi Tanuraga (yang tidak menuntut untuk dicintai)
        102. Dewi Sekar Madhapi (pemilik bunga asmara)
 103. Dewi Ratu Mas (penguasa yang mulia dan pilihan)
 104. Dewi mawarsari ( yang menjadi sari bunga mawar)
 105. Dewi Putri Sri Wulan (Putri pemilik wajah rembulan yang indah)
 106. Dewi Ratna Suwida (putri yang selalu mengutamakan aturan)
 107. Dewi Angin-angin (putri dari Negara atas)
 108. Dewi Ratu Ayu Pagedhongan (dewi kecantikan)
 109. Dewi Nawangsih (putri dengan gema cinta)
 110. Dewi Nyai Mada (ibu yang selalu menaburkan kegembiraan dan penuh rasa cinta)
 111. Dewi Ayu Sawiji Sekaring Jagad (putri yang menjadi bunga penghias semesta)

prangtritis

Dalam mitologi masyrakat jawa bahwa Kanjeng Ratu Kidul sebagai istri (permaisuri gaib) dari Panembahan Senopati atau Raden Bagus Danang Sutawijaya putra dari Ki Ageng Pamanahan raja Mataram pertama sebagai Negara bawahan Pajang raja yang berkuasa saat itu Sultan Hadiwijaya. Dari saat itu dipercaya bahwa Ratu Kidul sebagai istri dari raja-raja Mataram keturunan Panembahan Senopati. Namun menurut tiga sumber babad tanah jawi bahwa yang di peristri oleh Panembahan Senopati bukanlah Kanjeng Ratu Kidul tetapi Ratu Andarawati yang bergelar Nyai Rara Kidul sebagai Patih Kerajan Laut Selatan. Ratu Andarawati merupakan putri dari Dewi Angin-angin  ratu ketiga di Keraton Selatan.
Ratu Kidul memiliki 2 patih yaitu Nyai Riyo Kidul sebagai patih lebet, tugasnya mengatur urusan dalam kerajaan termasuk mangatur abdi dalem dan upacara-upacara dalam keraton. Yang kedua Nyai Rara Kidul sebagai patih jawi tugasnya memerintah dan membawahi prajurit lelembut.


                       KERAJAAN LAUT SELATAN (SEGARASEWU)


Sekelumit kisah kerajaan Segarasewu menurut kisah kejawen. Kerajaan Laut Selatan atau disebut Kerajaan Segarasewu dikenal sekitar tahun 451 M. Yang didirikan oleh Sang Hyang Tunggal, juga didampingi oleh Nabi Khidir dan Jagal Birawa. Pusat pemerintahan di pertapan Segara Anakan (Blambangan).
Penguasa kedua Kerajaan Segarasewu setelah Sang Hyang Tunggal adalah Prabu Angin-angin bersama permaisuri Dewi Kumarageni yang dikenal dengan Ratu Dewi Angin-angin.  Pemerintahannya berpusat di kedhaton Sonji Tanjungan. Setelah Prabu Angin-angin gugur dalam peperangan pemerintahan dilanjutkan oleh Ratu Dewi Angin-angin sebagai Ratu Laut Kidul. Sang Ratu dibantu oleh beberapa tokoh diantaranya :
Panembahan Ismaya (tokoh spiritual), Bubikhan (patih) dan Retna Yuwati (Panglima). Retna Yuwati adalah Putrinya Nagareja yang saat mudanya dikenal dengan nama Nyi Blorong. Suami Nyi Blorong pertama bernama Tunggulwulung putra Aji Saka II, setelah Tunggulwulung meninggal Nyi Blorong menikah dengan Kala Gandamayit dari gunung Raung, sehingga dikenal dengan sebutan Dewi Kalayuwati. Akibat pengaruh Dewi Durga sebagai gurunya (di keraton telengbumi di ketangga), Retna Yuwati  merebut kedudukan patih dari tangan Patih Rubikhan.
Untuk kepentingan dan ambisinya, Retna Yuwati mencuri salah satu pusaka kerajaan, tingkat Bantakasuksma,  kemudian mengambil alih tambuk komando tertinggi angkatan perang dan merangkul keluarganya yang memiliki pengaruh. Mereka diantaranya : Ratu Tiltasih, Ratu Sri Sayekti Asmara, Raja Kumalareksa, Raja Abraham, Raja Gusmak Ali, Raja Jin Mahesa Kumara. Kedhatonnya memiliki pintu gerbang di Pandhan Segege dengan bangunan utamanya berada di kompleks candi Kamale, disamping alas Krendhawahana dan kedaton Tirtadhasar sisi selatan Krakatau. Retna yuwati memiliki pengaruh, kesaktian dan pengendalian bala pasukan dan wilayah kekuasaan yang semakin besar. Hal ini mendorong berlangsungnya pemupukan kekuatan kembar di Segarasewu.
Melihat intrik kekuasaan tersebut, Ratu Dewi Angin-angin meminta perlindungan ke Gunung Kalak dan memperoleh dukungan pendeta Ngusmanaji dan Begawan Danu yang memiliki balatentara yang kuat. Ratu memindahkan pusat pemerintahan ke Kenarehan dengan kedaton Suryadhamar Nitakalapramesthi. Pusat Pemerintahan di Goa Sorabaja, sedangkan keputren yang menjadi pusat pengembangan ilmu adalah pertapan Lempursewu, dengan pesanggrahan Goa Kalak. Goa ini terletak di Desa Kalak Danareja Pacitan, antara Punung – Wonogiri.
Setelah kerajaan dianggap kuat, Ratu Dewi Angin-angin turun tahta digantikan oleh Ratu Kencanawungu murid kedua Ratu Angin-angin sebagai Ratu Segarasewu ke empat. Ratu Kencanawungu bergelar Ratu Rara Rat Jawi Suryadewati yang biasa dipanggil dengan sebutan Ratu Ayu. Pengangkata Ratu Ayu terjadi pemberontakan oleh Retna Yuwati sebagai murid pertama Ratu Angin-angin.  Pemberontakan tersebut terjadilah perang besar antara pasukan Ratu Ayu dan pasukan Retna Yuwati yang dimenangkan oleh Retna Yuwati.  Retna Yuwati atau Dewi Kalayuwati menobatkan diri sebagi RATU KIDUL. Karena Dewi Kalayuwati sebagai istri Kalagandhamayit menjadi sakti setelah menguasai ilmu Durga dan mengisap kekuatan  rembulan sebagai ilmu dari Dajal. Untuk menghimpun kekuatan pasukannya Retna Yuwati banyak mengambil orang-orang dari pantai dengan cara mencelakainya atau dengan janji-janji melalui pesugihan. Retna Yuwati kemudian membangun keraton yang diberi nama Krendhamanginten yang terletak di Argapura, Gunung Lawu.
Keraton tersebut memiliki beberapa gerbang, gerbang utama antara alam manusia dan alam halus ada disekitar Cemarasewu, lalu gerbang 2 dan 3 disekitar sumur Jalatunda, dan gerbang 4 sekitar  100 m di atas sumur jalatunda diantara puncak Argadalem dan Argadumilah. Selain itu ada dua gerbang, dilihat dari arah jalatunda jalan ke lokasi dari arah timur lewat goa Marcukondha, kalau dari arah selatan lewat utara Gunung Atasangin.
Ratu Kencanawungu atau Ratu Ayu yang kalah perang oleh Retna Yuwati menghimpun kekuatan dibantu oleh, Sunan Lawu, Hyang Ismaya, dan Ki Ajar Dewasurya. Turut pula Ratu Andarawati (putra Prabu Banjaransari dan Ratu Prajna di Sigaluh) dan Sriwara Puspakencana sebagai patih.
Untuk wilayah Jawa Barat Ratu Ayu menempatkan Ki Ageng Sentalamaya di Pelabuhan Ratu dibantu oleh Ratyu Mayang dari Pajajaran.
Ratu Andarawati sebelumnya sebagai ratu di Cempuri Rajegwesi (Kahyangan Dalepih), putri Prabu Angin yang dikenal dengan sebutan Nyai Rara Kidul. Putri inilah yang menjadi garwa alus Panembahan Senopati. Saat menjadi istri Panembahan Ratu Andarawati disebut Ratu Pagedhongan.
Dengan banyaknya bala bantuan, akhirnya Ratu Ayu dapat merebut kembali tahta Kerajaan yang di ambil Retna Yuwati. Untuk memperkuat kekuasaannya Ratu Ayu dibantu oleh, Ratu Mayangsari yang bertugas memegang kekuasaan di wilayah timur, Ratu Kencanasari (di Goa Langse dan Pelabuhan Ratu) untuk wilayah barat, Ratu Andarawati di tanjungbang atau pulau chrismas untuk wilayah laut lepas.

goa langse

Tempat-tempat keramat yang terkait dengan Ratu Kidul

Menurut keyakinan orang Jawa, Ratu Kidul memiliki banyak tempat yang sering digunakan sebagai tempat peristirahatan atau pesanggrahan disamping kediaman utamanya di istana (yang sekarang berlokasi di puncak bagian selatan Gunung Lawu) sebagai ibukota kerajaan Segarasewu. Tempat-tempat tersebut antara lain: Hotel Samudra Beach kamar 308 di Pelabuhan Ratu, Padepokan Bulupitu di Kutowinangun Pantai Karang Bolong, Pantai Karang Kusumo, Salah satu kamar Hotel di Parangtritis, Watugilang parangkusumo, Goa Langse (Goa Kelambu karena menjadi tempat peraduan antara Ratu Kidul denan Panembahan Senopati), Pantai Langse (wilayah gunung Kidul Yogyakarta), Pantai Malang Selatan, Pangandaran, Goa Masigit Selo Nusakambangan, di ujung alas Purwo Jawa Timur, Goa hutan Dalepih, Goa Tapan Sendang Beji, Goa Siluman dan masih banyak tempat lainnya yang kurang dikenal masyarakat. Tempat-tempat tersebut merupakan pintu gerbang untuk dapat memasuki kawasan Keraton Laut Selatan. 

Seluruh gambar mungkin memiliki hak cipta 


 Kanjeng Ratu Kidul : K.H. Muhammad Sholikhin 


                                                        Ratu Kidul Slid Show

video
                                          

No comments:

Post a Comment